By Arif Nurrochman | 2020-02-06 21:56:19

Mengapa Pintar di Sekolah Saja Sudah Tidak Lagi Cukup?
“Pandai-pandailah di sekolah, nak. Cari ilmu sebanyak mungkin. Rajin pangkal pandai.” Dulu, anak yang mematuhi nasihat ini banyak yang sukses ketika dewasa. Mereka mendapat pekerjaan layak. Di dunia bisnis tidak berbeda jauh. Rajin adalah pangkal pandai/sukses.
Kini, tidak semua yang rajin meraih sukses. Begitu juga yang pintar di sekolah. Tidak semua pengusaha dan pekerja keras berpenghasilan besar. Banyak yang kesulitan dapat pekerjaan layak. Banyak perusahaan mengalami kemunduran atau bahkan bangkrut. Mengapa?
Perubahan di depan mata
Ini era yang sama sekali berbeda. Coba perhatikan. Bermodal app, AirBnB menyewakan kamar di seluruh dunia, padahal perusahaan ini tidak punya hotel. Gojek dan Grab melayani transportasi di banyak negara tanpa punya armada taksi. Apple bukan produser musik namun menjual milyaran lagu lewat iStore. Google menciptakan kendaraan tanpa supir padahal bukan pabrik otomotif.
Fenomena seperti ini makin menyebar. Kini bermunculan perusahaan Financial Technology (Fintech), termasuk di Indonesia. Mereka tidak mendirikan bank tetapi bisa melayani transaksi keuangan lewat smartphone. Blibli.com tidak punya toko namun penjualannya menggerogoti pendapatan toko-toko konvensional. Begitu juga Go-jek dan beberapa perusahaan berbasis app lainnya. Era ini sering disebut the App economy.
Salah satu langkah penting adalah mengubah mindset. Tujuan utama belajar di sekolah adalah mencari solusi, bukan lagi demi nilai bagus. Target belajar adalah pemahaman. Percuma kan, bisa mengerjakan soal matematika sulit kalau tidak paham kegunaannya dan mampu memakainya untuk mengatasi masalah nyata.
Salah satu cara belajar SMK Voctech 2 adalah project-based learning (PBL). Siswa menggarap project untuk memecahkan masalah nyata seperti merancang dan membuat product di berbagai program keahlian ataupun lewat mata pelajaran PKK(Produk Kreatif dan Kewirausahaan). Lewat tugas ini siswa belajar memahami proses, desain, sosiologi dan berbagai soft skills seperti bekerja dalam tim, public speaking, dan leadership. Mata pelajaran tak lagi dipahami secara terpisah sebab siswa terbiasa berpikir lintas ilmu.
Siswa jadi lebih kreatif, matang bersosialisasi, dan sangat antusias datang ke sekolah. Dengan PBL ini lebih mudah memahami aneka pelajaran sebab mereka tahu betul aplikasinya di dunia nyata.
ini akan menunjang siswa ketika lulus dari SMK Voctech 2 dapat berkarir lebih baik dan mempunyai jiwa wirausaha serta bisa menghadapi era industri 4.0
